Ketika saya bertanya tentang teh itu, Jenny menjawab bahwa teh itu diambilnya dari sebuah hotel kecil tempat ia menagih hutang. Nonton bokep jepang Betapa tidak, di ruangan itu, Jenny tidak sendiri bersama saya. Namun Jenny berjalan dengan cuek, sambil sesekali menyapa orang di sekitar situ dengan akrab. Mungkinkah ia telah mencapai cita-citanya? Satu hal yang membuat saya bergidik adalah sepucuk pistol kecil berwarna perak tergeletak di samping ponselnya.Ia mempersilakan saya duduk di ranjang, lalu membuatkan saya segelas teh hangat. Ia membalas senyuman saya dengan nakal juga. Hal itu membuat Jenny makin bersemangat. Saya seperti bingung, berusaha meraih dan mencengkeram apapun yang dapat saya raih, sprei, bantal, tiang ranjang, apapun. Saya sempat heran, orang macam apa sebenarnya teman saya ini.















