Tapi tampaknya dia tidak terlalu mempermasalahkannya.Nafsuku sulit ditahan. Bokep rusia burungku semakin mengeras. Gue juga emang lagi butuh sih. Lalu ia duduk dan menatapku. Aku lapar.“Ya udah, Ivan makan lagi aja deh.. Ukurannya lumayan juga. ke.. maklum dong, selama ini ditahan terus.” aku membela diri.“Oke deh, kita istirahat sebentar.”Ami lalu menindih tubuhku. Rasanya ingin kupaksa saja Naya untuk melayaniku. Ami mengeluarkan jeritan-jeritan kecil, sampai akhirnya berteriak saat mencapai puncak kenikmatannya, berbeda denganku yang lebih kuat setelah sebelumnya mencapai orgasme.Kucabut batang kemaluanku dari vagina Ami, dan langsung kuraih tubuh Fita. Aku hanya mengamatibagaimana kedua payudara Ami yang sedang digunakan untuk memijat batang penisku.“Enak kan, Van?” Ami bertanya.Aku mengangguk. Ternyata Ami menuju ke sebuah apartemen di Jakarta Barat. “Dan kalo dia nggak marah, perkosa aja dia tiap hari.”“Kasian juga kalo diperkosa tiap hari. Setelah masuk seluruh penisku, kudiamkan beberapa saat untuk menikmati kehangatan yang diberikan oleh jepitan vagina Fita.Hangat sekali, lebih hangat dari milik Ami. Desahan Ami semakin terdengar jelas.Kemaluannya terasa begitu basah. Lucu deh, masa istri sendiri diperkosa sih?”“Dia nggak marah kok. Woow.. Siapa tahu dalam mimpi, Naya mau memuaskanku?




















