Memelukku erat, mencium bibirku sampai lidahnya masuk dan merebut sebagian sperma yang tadi ia berikan padaku. Saat kejadian itu menimpaku, aku sedang duduk di semester dua. Bokep terbaru “Lu udah gila apa Nin..! “Terima aja Nin, kamu kan lagi butuh uang, lagipula mereka nggak begitu jago kok..!” ujar manajerku berusaha membujuk. “Lu udah gila apa Nin..! Nggak apa-apa deh, besok gua minta keringanan aja dari kampus” ujarku dengan nada lemas. Tak pelak hampir tiap menitnya aku menguap karena mengantuk. “Iya.” jawabku singkat. Turun dulu!” Mas Agus spontan melepaskan tangannya dari penisku dan kembali memakai pakaian yang tadi dilepasnya saat mendengar teriakan Ibuku dari bawah. Aku bergeser mundur hingga kudapat posisi terbaik untuk memijat. “Indra! Buka..!” sorak mereka saat pada game berikutnya aku kembali kalah dan harus melepas celana dalamku. Tapi walaupun tempat tinggal kami berjauhan, keluarga kami dan paman sudah sangat dekat. Tapi tidak apalah, yang penting aku bisa mempunyai cukup uang dan dapat memenuhi kebutuhanku sendiri tanpa harus mengandalkan kiriman uang dari orang tuaku, lagipula aku sudah bertekad untuk belajar hidup mandiri. Nggak apa-apa deh, besok gua minta keringanan aja dari kampus” ujarku dengan nada lemas. Tapi janji..




















