Jum’at sore saat ia menjemputku, entah kenapa aku minta Pak Ramzy untuk mampir dulu untuk singgah di sebuah restoran. Alangkah kurang ajarnya driverku itu, bisik hatiku. Bokeb ndak apa lah pak?” jawabku.Kemudian tiba2 saja ia lingkarkan tangannya di bahuku.“Aku merasa tak enak.. Akupun berterus terang dan Mas Hendarto memahaminya. Beberapa saat kemudian aku di suruh berpakaian dan berbenah seperti biasa lagi. buk… saya,,, ingin… merasakan kehangatan badan ibu,,,” katanya.“Dulunya istri saya masih hidup jika tak ibu tabrak saya saat itu, saya masih bisa menolongnya, tetapi ibu, membuat saya terlambat.. yang perempuan bernama mak Ijah dan pak bidin. Sejak saat itu, bila ada waktu saat aku pulang kantor, Pak Ramzy skemudian menybadaniku dan kadang jika suamiku ke jakarta, ia dengan seenaknya tidur di




















