meski jadi sedikit sesak napas, tapi aku sangat senang.. Menciumku..“Gimana, Bee..? film bokep jepang Cie Sian cuman tersenyum aja aku bilang gitu..Cuma gara-gara naik bis itu, Tante Vi, sekretaris Mama khusus buat di rumah dan gara-gara kekhususannya itu kami suka ejek dia butler alias “kepala pelayan” hehehe- jadi sedikit sewot. Meletakkan gelas di meja belajarnya lalu mengunci pintu dan berdiri bersandar di pintu sambil memandangiku. Ia memasukkan mobil ke garasi sebuah rumah kecil di pemukiman yang padat dan jalannya ampun deh jeleknyaa..Lalu Cie Lena menyilakan aku keluar. Wah, kalau sampe sebegitu-begitunya, ini pasti beneran tempat tinggalnya.. Tapi dalam tegangku, semua gerakannya jadi slow motion. “Maen petak umpet?”
Aku menggeleng tak sabar, “Bukaan. Pengen sama Ciecie..”
“Tapi ciecie mana puas ‘maen’ sama kamu. plus bonus ujung hidungnya..Slepp.. apalagi sama perek atau pelacur (itu sih jijay!hii..) Mau tahu? Lalu ia sekali lagi mendesakkan pinggulnya.. Usianya waktu itu 18 tahun. Cie Lena memelukku sekali lagi.. Dan aku pikir dia puas dengan jawaban itu. sedang perutnya menempel pada dadaku..Oh, aku tentu saja balas memeluknya.. Melajukan mobil keluar kompleks silang Monas, ia berkata, “Nah sekarang kamu bisa liat celana dalam Ciecie puas-puas tanpa perlu takut ketauan..”Aku sangat malu.




















