Well… berbeda dengan yang namanya rakus, loh. Take your time.”
“Iya deh. Bokep Arab Makanan yang enak-enak dia sumpitkan ke piringku, sisanya dia habiskan. Aku lapar banget. Lalu aku berkata lunak sedikit memelas,
“Kelvin, aku serius, tolong jangan dilanjutkan.. Tapi… aku belum bisa terima bahwa aku baru saja tidur di tempat tidur wanita lain. Wow, banyak duitnya, aku pikir, tapi mengeluarkan terlalu banyak uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Ternyata tetap seindah kemarin dulu. Di perjalanan yang lumayan jauh dan macet itu, kita mengobrol panjang lebar mengenai apa saja, kecuali mengenai seks-nya.Sesampainya di butik, aku tahu persis di mana letak baju itu. Kelvin menjawab dengan nafas memburu, “Oh tidak…! Besok hari yang bagus, aku enggak usah kerja.




















