Kuremas-remas bulatan pantatnya, sambil kugesek-gesekkan ujung hidungku terus. Bokep terbaru Lalu tanganku diraihnya, dimasukkannya ke dalam CD-nya. Ayah Lia waktu itu sedang masuk RS dan aku setiap malam menunggui, bergantian berdua dengan Erik atau dengan Lia, sampai juga meninggal setelah 10 hari dirawat. Hitam bukan main.Kuelus-elus bulu memeknya, kugelitik-gelitik rambut-rambutnya mencari lubang memeknya. Penisku dipegangnya dan dicoba dimasukkannya ke dalam memeknya yang sudah sangat basah. Lalu tiba-tiba didorongnya badanku, sambil nafasnya terburu, dilepaskannya rok yang masih dipakainya. Ia memang lahir di situ, ayahnya mempunyai penggilingan beras. Kupeluk erat-erat badannya, ia juga memegangi pantatku erat-erat sambil berbisik, “Masukkan semua, Wied…, masukkan semua..”. Hanya, selama itu aku hanya berani membayangkan, karena aku menghormatinya sebagai rekan akrab. Lebat, panjang, ketat. Waktu itu ia sedang pacaran dengan seorang bule, John, karyawan suatu perusahaan Belgia. Ia sendiri seakan kesetanan menunggu lubang memeknya dimasuki jari-jariku. “Lia nafsu lagi, nihh”, erangnya. Sebagai laki-laki, selama ini kalau ia bergayut di lenganku sambil berjalan-jalan, aku sering membayangkan tangannya yang putih dengan jari-jarinya yang panjang mengelus-elus penisku. Kusemprotkan Bayfresh ke dinding-dinding kamar untuk mengurangi bau “mesum” itu.




















