Anisa menuntun ‘Mr. Bokeb Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Anisa tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi ‘Mr. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Anisa menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata” Aku suka kamu ” Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Di pesta itu, ketika aku datang, Anisa tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.“Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku ” Kata Anisa lirih dan pelan sambil memelukku.Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina




















