“Enggak kok…, Pak…, dia lagi pergi jauh”. “Paak…, ayoo.., kita.., sama samaa”, katanya sambil mempercepat gerakan pinggulnya ke atas dan ke bawah dan akhirnya aku sudah nggak kuat menahan air maniku supaya tidak keluar dan,
“Nining…, sekaraang”, kataku cepat sambil kutekan pinggulnya kuat-kuat dan Nining hanya berteriak,
“aahh”, dan terus sama-sama terdiam dengan nafas terengah-engah. Bokep terbaru “Paak…, kerokannya di tempat tidur saja yaa…, dan tolong buka kaosnya”. “Betul…, paak, karena hawanya dingin membuat orang cepat mengantuk”, jawabku. Kok dari tadi tidak kelihatan”
“oohh…, sudah tidur paak”, katanya.Karena suasana yang sepi ini, membuat orang jadi cepat ngantuk dan benar saja tidak lama kemudian Nining pamit mau tidur duluan. Aku agak terkejut, karena Isrinya kelihatan jauh lebih muda dari yang kuduga. Kusambut uluran tangan Nining serta kujabat tangannya yang terasa agak dingin dan setelah itu kucubit pipi Dodi. “Ya…, Pak…, saya tidak punya kendaraan.., lanjut Pak Tris dengan wajah agak sedih”. Tidak kuduga, tiba-tiba bu Risma sambil tetap menyusun makanan lalu berkata agak berbisik, mungkin takut didengar oleh suaminya yang tetap masih bekerja membersihkan daun-daun tidak jauh dari tempatku duduk.“Paak…, sudah puas melihatnyaa..?” .




















