Faktor lain yang membuat aku tak bosan adalah kreativitas Tante. Tidak terlalu jelek, tapi bersih. Bokep rusia Menyapu-nyapu sebentar di seputar pintu-basahnya, lalu mulai menusuk. Masih sepi, memang masih pagi sih. Badanku tidak menggambarkan usiaku yang baru menginjak 16 tahun, bongsor berotot dengan kulit sawo gelap. Ya, sejak aku di Jakarta ini jadi tahu mana wanita yang dianggap cantik, tentunya menurut ukuranku. “Ya.sayang” “Jangan tinggalin Tante, Ya” “Oo, engga dong. Alasanku, kalau memanggil ?Jawa?, toh orang Jawa di sekolah itu bukan hanya aku. Tak ada siapapun, juga Tante.Aku makan siang sendirian. Dito belum nongol.Aku ambil bangku paling belakang, mojok, lalu mencoba berkonsentrasi. Ya, hanya dengan sedikit menggeser tepi baju mandi itu ke samping, lengkaplah sudah “kurikulum” pelajaran anatomi tubuh Tante.Dengan amat sangat hati-hati tanganku menjangkau tepi kain itu. Aku sependapat dengan Dito, kalau pacaran ciuman dan raba-raba saja. Sekejap aku sempat menangkap guncangan dadanya ketika ia berbalik. Tante membuka kimononya, bertelanjang bulat juga, masuk ke ruang douce. Sepanjang siang ini aku bukannya nonton TV. Setiap bangun pagi, tanpa dieluspun penisku memang tegang.




















