deh. Bokep Mom Dia tersenyum. 2 buah lampu Hensel, 2 buah tripod merk Vanguard dan satu payung reflektor yang sengaja kupinjam dari kampus. Sambil mendekap bahu cewek itu, Ivan berusaha merayu terus, “Kenapa malu..?”
“Toket gue kecil..” ucapnya lucu. Aku tidak menyangka ternyata cepat juga klimaksnya. Rambut pendek sebahu dengan potongan bob, leher panjang, mengenakan cardigan warna ungu muda, dalaman Kamisol warna putih berbahu rendah hingga kulit lehernya yang putih membuatku geregetan ingin menciumnya. Tanpa ragu kulepaskan celana dalam warna putih tersebut sampai ke lututnya. “Posenya gimana..?”
“Terserah loe, make it relax..!”
Kemudian Lia duduk dengan manis di atas sofa, kedua kakinya dirapatkan, aku dapat melihat pada saat ia duduk rok mininya agak ketarik ke atas. Itu pun setelah beberapa kali aku mengatur posenya, lumayan sambil ngelaba-laba sedikit. Aku meminta ijin Lia untuk melepaskan cardigan ungunya.Agak ragu Lia membiarkan aku melepaskannya. Aku memotret sambil mengamati kulitnya yang banyak terekspos dari leher, dada, punggung, paha. Hanya itu kini yang ada di otakku.Aku berbisik ke si Ivan bahwa aku ingin cumbuin Lia, Ivan mengerti walaupun berat hati.




















