Gue naik kereta.
– BramBram yang belum punya kendaraan sendiri terpaksa memakai transportasi umum untuk menunjang aktivitas hariannya. Hidung mancung, mata bulat, pipi bagaikan bakpao hangat, dan satu yang sangat diperhatikan Bram, ya payudaranya bagaikan Gunung yang sedang ingin erupsi.“Anjing! Bokep rusia gunung kamu gede banget. Untuk sesaat Bram mencoba melupakan sosok wanita tersebut.***
Kereta telah tiba di Tanah Abang, Bram harus turun karena harus transit menuju kereta yang mengarah ke Bekasi. Bos, Posisi dimana?
Udah jalan belom?
– Lucas“Yaelah nih bocah gak sabaran amat yak..” Gerutu si Bram sambil nyisirin rambutnya yang masih basah. Bos, Posisi dimana?
Udah jalan belom?
– Lucas“Yaelah nih bocah gak sabaran amat yak..” Gerutu si Bram sambil nyisirin rambutnya yang masih basah. Kali ini lebih jelas karena dia ada disebelah Bram. Namun Bram berusaha tenang, perlahan akal sehatnya mulai menguasai dirinya sekarang.Tiba-tiba wanita tersebut membuka hape lalu menulis di note beberapa kata, dan hape itu diberikan oleh Bram. Bram kaget bukan kepalang, dia bisa melihat dengan jelas gunung kembar chintya, bahkan lebih jelas dibandingkan masa depannya.Bram menulis di note hape chintya, dengan perasaan bimbang dan bergairah, berkata frontal tanpa batasan.




















