Kemudian dengan menurunkan nada suaranya ia berkata,
“Ada lagi yang lebih parah Sar.”
Melihat ekspresi Hendra yang serius aku jadi mulai penasaran akan ceritanya. Aku terduduk lemas di atas tutup closet. Bokep JAV “Ok, ok terserah kamu deh Sar, moga-moga juga gosip itu nggak bener semua, aku cerita ke kamu aja sih soalnya khan kamu termasuk dekat sama Mbak Diana.”
Kalimat Hendra seakan mencari pembenaran bagi ke-“ember”-annya itu. Gimana cara istrinya menghadapi sifat “rumpi” dan childish suaminya itu?Sore itu selepas jam kantor aku masih saja berada di ruang kerjaku. Dan apa yang kulihat benar-benar membuat kedua lututku gemetar. tok.. Ada sedikit suara bisik-bisik singkat yang membuatku mengenali suara itu.




















