“Ada deh pokoknya, kamu pasti kenal meski aku yakin kamu nggak pernah
sama dia, pokoknya tidak boleh nolak” bisiknya lagi penuh goda.Malam itu gantian Yeni yang menemani Yudi, Ana ada bookingan lain begitu juga aku sudah tergadai oleh
taruhanku sendiri.Sambil menunggu jam 9 yang masih lama, aku menemani Yeni dan Yudi, meski sebenarnya lebih tepat menjadi
penonton permainan mereka karena Yeni tak mengijinkanku ikut permainannya, biar nggak capek, katanya.“Kamar 812 hotel ini, temui dia, sekarang orangnya udah check in dan menunggumu” perintahnya setelah dia
menerima telepon dari seseorang. Tak ada desahan kenikmatan, tak ada jeritan
histeria, semua berlangsung seperti mesin, hanya kocokan, rabaan dan remasan diseluruh tubuhku menghiasi
persetubuhan ini. Bokep rusia “Siapa ya?” tanyaku
mendekatinya, suaraku tertimpa kebingaran musik yang semakin menggelegar. Satu persatu pakaianku
terlepas hingga kami sama sama telanjang, namun dia tak melanjutkan cumbuannya, ditatapnya tubuhku yang
sekarang telanjang sama sekali.“Kita makan dulu yuk” ajaknya setelah mengamati tubuhku dari atas bawah depan belakang.Secepat mungkin kami menghabiskan makanan yang tersedia di meja tanpa sisa, aku tak bisa menolak ketika
Ana dan Yudi mengajakku mandi lagi.Ketiga tubuh telanjang kami akhirnya ber-basah basah dibawah siraman air hangat dari shower, aku benar
benar diperlakukan bak ratu oleh mereka, Yudi menyabuniku dari depan sementara Ana dari belakang,
padahal setengah jam yang lalu aku sudah mandi.Empat




















