Kuhisap perlahan bibir atasnya, berganti bibir bawahnya dan mbak Ratih pun mulai membalas dengan pagutannya .Kira-kira hampir setengah jam kami saling berpagutan, sambil kuremas-remas bongkahan pantatnya yang kecil namun kencang itu. Bokep rusia Ciuman yang kutujukan ke bibirnya meleset mengenai pelipisnya. Terlebih kebutuhan anaknya yang semakin beragam, belum lagi dengan usia mbak Ratih tentu akan sulit dalam mencari pekerjaan baru.Aku memasukan kembali uanga itu ke dalam saku celanaku, kemudian kuraih kedua lengannya, kuangkat tubuh mbak Ratih sehingga kami sama-sama berdiri.“Sebetulnya Adam juga sayang sama mbak Ratih ga mau mbak Ratih pergi…mbak Ratih sudah kuanggap seperti kakakku sendiri…makasih ya mbak …” ucapku.Mbak Ratih hanya tertunduk dan terdiam.“Kog diam mbak, kata kata Adam ada yang salah ya?” tanyaku.Mbak Ratih masih saja terdiam saat itu. Ibu dari dua anak, yang paling besar duduk di kelas 5 SD sedangkan yang kecil masih kelas 2 SD. Menjilati batang kontolku dan kemudian memasukan ke dalam mulutnya. Tak selang berapa lama, ia merubah posisi menjadi berjongkok. Jam biasanya mbak Ratih memang bersiap pulang menunggu jemputan.“Kopinya dimeja ya mas … Oya besok apakah saya masih boleh datang mas?” tanyanya.“Iya makasih mbak… tentu boleh donk mbak…tapi sebentar mbak…” kataku.




















