Aku menatap wajahnya dengan perasaan tak karuan. Bokep terbaru Tapi apakah aku tidak punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan? Ternyata, bohong! Rasanya geli sekali! Napas kita yang mendengus-dengus bersahut-sahutan bersaing dengan lagu house music yang memenuhi ruangan.Rangga meneruskan aksinya sambil melepas pakaianku satu persatu hingga aku telanjang bulat. Itu semua hanya bohong belaka!Saat ini aku jadi ceweq bodoh, sering melamun dan mudah stres. Evi yang lugu dan pemalu. Kalau tahu, aku sudah dari dulu mau making love sama kamu!” kataku parau.Mendengar perkataanku, sesaat Rangga hanya memandangku tanpa ekspresi. Laporan dari teman-temannya yang melihat aku berkeliaran di diskotik-diskotik dengan lelaki lain membuatnya murka dan tidak mempercayai aku. Ada perasaan jengkel yang menggebu-gebu padanya.“Kok berani-beraninya orang segede dia menjerumuskan anak kecil! Entah siapa yang salah! Telepon internasional seminggu sekali menjadi pelepas dahaga bila aku rindu suaranya. Sebenarnya yang salah aku. Aku malu pada diriku dan pada orang tuaku. Rangga menyarankan agar aku meneruskan tripingku di rumahnya. Disamping rasa sakit, aku merasakan suatu kenikmatan yang lain.




















