Aku menatapnya sambil membelai-belai rambutnya yang panjang hitam mengkilap dan sangat bagus sekali.“Asmarani..“Ya?”“Rambutmu bagus sekali.”“Ah, Yasir. Bokep Mom Soalnya seumur-umur aku belum pernah melihat ada ikan bisa berkedip-kedip bahkan menangis.”“Sebaiknya taruh saja ikan itu di laut, Yas. Cukup lama kami memacu dalam birahi kenikmatan di atas ranjang pengantin itu. Ranjang itu bersepreikan kain sutera halus mengkilat dan berwarna merah muda dan dihiasi dengan aneka ragam bunga surgawi.“Hai Yasir, sekarang kita telah resmi menjadi suami istri.”“Ya, Aku telah resmi menjadi suamimu.”“Kalau begitu ayolah tunggu apalagi?”Kemudian aku mendekati Aamarani dan duduk berhadapan diatas ranjang pengantin. Saat diluar kamar aku sangat mengagumi kemegahan dan keindahan istana itu. Aku tidak mau terjadi hal yang tidak-tidak kalau kita membawa ikan ini.”Setuju atas saran temanku akhirnya aku berjongkok untuk melepaskan ikan itu ke laut. Lalu aku mendekati wajahnya dan melabuhkan ciuman ke bibirnya yang lembut itu. Saat kami jalan-jalan tiba-tiba kami melihat ada seekor ikan berwarna keemasan yang sedang megap-megap di suatu kubangan kecil. Kami sama-sama membiarkan tubuh telanjang tanpa sehelai benangpun yang melekat, hingga dalam beberapa saat saja kedua pakaian pengantin kami sudah berserakan di atas permadani yang sangat indah.Asmarani sangat menikmati sentuhan-sentuhan bibirku, dan berulang kali aku mencumbunya dengan bibirku.




















