Kamipun sampai dalam tujuan, aku kaget Ramah rupanya sudah dikenal dicafé tersebut. Aku memaki diriku sambil menangis, kenapa aku segampang itu mengikuti godaan setan yang menimpaku. Bokep Family Tapi kekawatiran ini hilang begitu saja sesaat aku berdua dengan Roni di dalam gubuk. Sebelum pergi Ramah mendekatiku sambil mengatakan “bang Ramah mau pergi, pokonya besok aku hubungi abang, ok bang ?” aku mengiyakannya. Akhirnya penulis mencoba memberanikan diri menyapa gadis yang memakai baju warna putih tembus pandang. Tangan Ramah yang nakal hampir membuat aku jadi tidak terkontrol. Maksud Ramah gimana ? Baru Ramah tahu mulai dari perteman tadi dianya ngomong aku rekam. Pukul 9.30 wib sudah kumpul semuanya, langsung menaiki mobil bersama-sama ke pemandian.




















