Hati dan kesadarannya sudah tertutup oleh nafsu birahi.“Fiq, ooh… oohh… terus… arghhh…” Anis sendiri terkejut oleh teriakannya yang sangat kuat. Ohh, Anis benar-benar merasakan kemaluannya nikmat dan penuh sesak. Bokep india Begitu juga dengan Anis. Bukannya hilang, hatinya malah semakin resah. Tapi itu saja sudah sanggup membuat Safiq merintih keenakan, ia benar-benar cepat terbawa ke puncak kenikmatan yang belum pernah ia alami sebelumnya. Lalu dipeluknya bocah itu penuh rasa sayang.”Terima kasih, Mi.” gumam Safiq di sela-sela pelukan mereka.Anis mengecup pipinya lalu membimbing anak itu untuk pindah ke kamar, sekarang sudah waktunya untuk tidur. ”Ough,” Anis merintih nikmat. Sejak peristiwa di ruang tengah itu, mereka jadi seperti dua orang asing, hanya saat benar-benar perlulah mereka baru bertegur sapa.Di sisi lain, Anis juga seperti kehilangan sesuatu. Maka hanya dalam waktu singkat, Safiq pun menjerit dan kembali menumpahkan spermanya. Anis merapikan bajunya kembali.“M-maaf, Mi.” lirih Safiq dengan muka menunduk, sadar kalau sudah melakukan kesalahan besar. Kalau dia yang beriman saja merasa seperti ini, bagaimana dengan Safiq yang ingusan? Mulutnya menghisap begitu rakus dan kencang, hingga dalam beberapa menit, membuat sang bunda jadi benar-benar tak tahan. Ia sudah menanti hal ini dari tadi.




















