Kok.. Nonton bokep jepang Mia mauu.. Saya masukkan kemaluan saya secara perlahan dan pasti, langsung saya pompa turun naik. Oouu.. Paak.. kamu sudah tidak pakai CD yaa..?” tanyanya dan saya mengangguk. “Ya.. “Emangnya mau..” godaku. Silahkan..” jawabku.Mia meminta kunci telepon pada saya, karena akan menelepon orang tuanya. Betapa indahnya dunia ini kurasa.Seperti biasa setelah makan siang anak-anak pada pergi tidur dan si Mia siap untuk menemani Bapaknya tidur siang juga. “Habis saya takut Bapak marah..” rengeknya lagi sambil mengusap-ngusap dada saya.“Kenapa takut, kan Kita sudah hampir tiga bulan melakukan hubungan ini..” jawabku. “Cukup kalau dikampung, saya masih sanggup menambahi kekurangannya..” sombongnya.Karena kesal mendengarnya, saya memberikan uang yang diminta dan tidak saya kasih lebih sepeserpun karena keangkuhannya.“Nich.. Mau pipis.. Nggak.. “Yaa.. saya dan anak-anak sangat sayang sama si Mia ” jawabku.Isteriku merasakan kecewa mendengar penjelasanku, karena memang itu keadaannya. “Kok kamu tanyakan itu..!?” jawabku sambil bertanya. “Kenapa nunduk aja.. “Boleh Kamu ingin tahu, tetapi caranya salah..” hardikku tenang.













