“Sendy Wiratama..” sahutku. Bokep jepang Uwak memang pandai membuat suasana jadi akrab.Selesai makan bubur ayam, aku dan pria itu kembali berjalan-jalan. Waktu itu hari Minggu pagi. Uwak mendekatiku, tetapi keempat pria lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.“Eh, apa-apaan ini? Tanpa diduga sama sekali, justru Uwak yang mengajak pulang lebih dulu.“Mobilku di parkir disana..” katanya sambil menunjuk deretan mobil-mobil yang cukup banyak terparkir. Aku bermaksud mau pulang. Tetapi entah kenapa, hari itu aku memakai baju olah raga, bahkan memakai sepatu juga. Aku benar-benar kewalahan dikeroyok lima orang pria yang sudah seperti kerasukan setan. Berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja. Apa mau kalian..?” aku membentak kaget. Tanpa menunggu jawaban lagi, dia langsung mengayunkan kakinya, dan pria itu menggandeng tanganku. Uwak mendekatiku, tetapi keempat pria lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.“Eh, apa-apaan ini? “Kemana saja, dari pada bengong di sini..” sahutnya. Aku menggelinjang dan berusaha meronta. Padahal baru beberapa detik bertemu, dan aku juga belum mengetahui namanya.“Eh, nama kamu siapa..?” tanyanya, memulai pembicaraan lebih dulu.




















