Keduanya langsung duduk dibangku panjang tepat di depanku.“Ini Dik kopi susunya, apa nggak sekalian pesan sarapan Dik?” ibu pemilik warung membawakan pesananku.“Makasih Bu, ini saja cukup. Bokep Mom Kok ganteng-ganteng belum laku sih?” Maya
menggoda.Suasana terasa langsung akrab bersama dua SPG susu itu. Sungguh, aku baru
kali itu singgah disana, meskipun sehari-hari kerab melintasi jalan di depannya. Nah, untuk susu penambah vitalitas pria itu,
bicara mereka sudah berani agak porno dan mesum, membuat aku blingsatan mendengarnya.“Hmm, boleh-boleh.. Setelah basuh muka, aku menemani mereka
duduk di ruang tamu.“Wah ternyata Mas Andy ini Kerja di Farmasi ya, boleh dong kapan-kapan kita di jelasin masalah obat
Mas?” Maya buka bicara saat aku duduk bersama mereka.“Tentu boleh, kapan Mbak mau datang aja kesini,” jawabku.Selanjutnya kami kembali bicara masalah produk susu yang mereka pasarkan. Hik.. Saya ambil susu grengnya dua mbak, nanti kalau bagus saya tambah lagi lain kali,”
aku memotong bicara mereka yang semakin ngawur.“Nah gitu dong Mas, biar istri Mas senang kalau suaminya greng,” Wati kembali bercanda.“Duh.. Mass hengg,” Maya meracau sambil menggenjot pinggulnya naik turun dengan posisi
jongkok diatasku.




















