Tiba-tiba Naina keluar dari kamar, alamak Naina sudah berganti baju dengan celana pendek pink ketat dan kaos senam ketat putih polos pendek hingga kelihatan pusarnya, kulihat bayangan puting toketnya yg kecoklatan, tanpa dibungkus beha, pahanya putih dan mulus menantang, sementara pantatnya yg bahenol tercetak ketat di celananya dan dadanya benar-benar montok menantang.“Ayo Mas, katanya mau berendam? Bokep rusia Naina masuk ke mobilku dan tersenyum.“Mas, kita jangan pulang dulu ya, aku pengen cerita banyak dan menenangkan hatiku,” kata Naina sambil menatapku.“Oke, kita jalan-jalan ke Ciater aja ya, disana kita bisa berendam air panas sambil ngobrol,” ajakku sambil terpikir ada kolam renang yg memang cukup nyaman untuk berendam di malam hari.“Oke, kayaknya asyik juga tuh,” Kata Naina mengiyakan.Aku menelepon ke rumah, dan bilang ada pekerjaan di kantor yg harus diselesaikan, kalau ada apa-apa ngebel aja ke kantor, kebetulan aku sudah setting teleponku tiga kali kring di-forwardkan ke HP-ku.“Kamu ada masalah apa, kok kelihatan kusut begitu?” kataku sambil mencubit dagu Naina.“Nggak tahu kenapa aku pengen cerita masalahku ke Mas, kayaknya aku tenang kalau udah ada di sampingmu Mas,” kata Naina sambil memegang lenganku.Posisi mobilku memang agak susah untuk berdekatan, hingga akhirnya Naina hanya bisa memegang lenganku saja.




















