aku gamau!” ucapku sebelum mas Indra sempat menjelaskan apapun.“eh, dengerin dulu… ini kamu tak tutup matanya aja, ntar tinggal kamu bayangin maen lawan dua orang” jelasnya“trus dildonya?”“ya tempelin pintu kamar aja, nanti tak pasin tinggi nya sama mekimu”“trus ntar aku nungging gitu? Bokep indo sini majuan dikit…”Mas Indra menarik kepalaku mendeka dengan meletakkan tangannya dibelakang leherku dan memberikanku ciuman hangat untuk sedikit menenangkanku. jujur aku cukup kaget, karena tidak ada pembahasan apapun terkait panggilan semacam itu,“udah ya istriku sayang, kamu malem ini jadi lonte kami aja…” bisik mas Indra ditelingaku perlahan, bukannya marah justru entah kenapa justru merinding membayangkan diriku disetubuhi sebagai lonte didepan suamiku sendiri.“kalian cuman mau nonton aja apa mau ngapain? Andri, Restu, Bona, Erik, Hendra dan Yulius adalah nama nama yang sudah dibriefing tentang acara dan syarat yang diberikan, mereka menyanggupi semuanya, akan tetapi malam harinya Bona memberitahu ketidak hadirannya karena ada urusan keluarga dadakan yang tidak bisa ditinggalkandari pagi, aku sudah meminimalisir mengkonsumsi makanan berserat, sudah bab dan sudah melakukan anal douching dari pagi, dan siang hari diulangi lagi untuk memastikan benar-benar bersih, kemudian suami memasangkan butplug berukuran L untuk memastikan bokongku siap sedia untuk anal nanti.cemilan sudah disiapkan, pelicin sudah disiapkan juga untuk digunakan kemudian,“tok tok




















