“Engga apa-apa.”
“Pakaianmu masih lengkap.”
“Sama aja kan, Mas puas juga kan?”
“Benar, barusan Mas puas sekali, tapi..”
“Engga pakai tapi,” potongnya. Sementara? Nonton bokep jepang Alia mengerang. Kuusap, amat pelan, klitorisnya dengan telunjukku. Sebelum Alia sempat bangkit untuk menarik ke atas celananya, Aku menubruknya dan merebahkan punggungnya ke kasur.“Mas..!”
Bibirnya kulumat. Serangan kedua pada bibirnya tak sekedar kecupan lagi tapi diikuti dengan lumatan. Nggak dong, gunakan cara seperti pengalaman kamu sebelumnya! Masih menunduk. “Maass.. Tak semesra dulu lagi. Gue emang lebih suka ngeliat cewek pakai rok dibanding pake celana panjang, apalagi..”
“Apalagi apa?”
“Kalo nggak pakai apa-apa.”
“Huh, dasar.”
“Sorry.”
Aku khawatir kalau dia tak suka gurauanku yang menjurus ini. Boss tak pernah bertatap muka langsung dengan staff-nya merupakan hal yang biasa. “Kan baru sekali, Yang, sekali lagi ya?”
“Kita masih banyak waktu.”
Ya, masih banyak, tapi suaramu serak dan nafasmu memburu. Kupungut CD-nya yang masih tergeletak di lantai, kusimpan. “Ketemu” pertama kali dengan Alia (begitu saja kusebut namanya) di mailing list group yang mengkhususkan diskusi tentang politik Indonesia. ‘Bangkit’ sih sudah, yang di dalam celanaku, dekatinya ragu-ragu. Tak semesra dulu lagi. Dengkulku membuka pahanya dan penisku merengsek masuk mencapai selangkangannya. Dia duduknya “jauh” sih.Okay, Aku ke kamar mandi pura-pura mau pipis supaya bisa pindah duduk.




















