Aku tetap bersikap profesional dan memang tak ada sedikitpun niatan untuk berbuat lebih. Mendadak aku merasa bersalah. Bokep rusia Mendadak aku berdebar-debar. Malah Syeni mau lagi “.“Ah .udahlah, kita berberes, tuh ditunggu ama suamimu”.“Lain kali Syeni mau lagi ya Mas”.“Gimana nanti aja .. Periksa payudara sendiri”,kataku. aku kan pria tulen yang normal. Malah Syeni mau lagi “.“Ah .udahlah, kita berberes, tuh ditunggu ama suamimu”.“Lain kali Syeni mau lagi ya Mas”.“Gimana nanti aja .. Rok mini coklatnya makin tersingkap menampakkan sepasang paha mulus putihnya, karena kakinya menjulur ke bawah menggapai-gapai sepatunya. “Udah malam Syen, lain waktu aja”. Umurku sekarang menjelang 30 tahun. makin membuatku nervous. “Maksud Ibu, ingin saya yang periksa”, kataku tiba2, seperti di luar kontrol. Tapi kaki Syeni menjepitku, menahan aku mencabut penisku. Wah . Umumnya mereka puas atas hasil diagnosisku, bahkan sebagian besar pasien merupakan pasien langganan, artinya mereka sudah berulang kali konsultasi kepadaku tentang kesehatannya.Dan, ketika Aku iseng memeriksa file-file pasien, Aku baru menyadari bahwa 70 % pasienku adalah ibu-ibu muda yang berumur antar 20 – 30 tahun.




















