Ananda datang bersama kedua orang tuanya untuk menikmati makam malam di salah satu cafe yang cukup terkenal di kota itu. Bokep japan Di kepala masih teringat saat aku memperkenalkan diri di hadapan Papa dan Mamanya, ketika break time tadi yang Ananda bilang pernah menceritakan aku sebelumnya. “Oh.. Taxi yang kita tumpangi melintasi sebuah jalan yang lampu penerang jalannya agak redup. “Diet, sejak awal perkenalan di cafetaria, hatiku sempat berdetak entah kenapa” terangnya kemudian. “Makasih pa, Ma..” teriaknya sambil mencium pipi Papa dan Mamanya. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi. Setelah aku menyanyikan beberapa lagu dan mendapat sambutan yang cukup meriah dari pengunjung malam itu. Di dalam taxi aku terdiam sambil melamunkan kejadian yang barusan aku alami. “Perkenalkan nama saya Adietya, teman Ananda satu kampus” dengan ramah dan sopan aku memperkenalkan diri di hadapan kedua orang tua Ananda.Yang juga disambut dengan ramah oleh kedua orang tua Ananda. Eh”jawabku gugup. “Aku sudah banyak menceritakan tentang dirimu kepada Papa dan Mama, makanya mereka percaya kalau aku pulangnya bersama kamu” terang Ananda meyakinkan aku. Ketika waktu menunjukan pukul 23.30 aku mengatakan kepada Ananda. Ketika selesai acara, aku pamit kepada teman-teman band, kalau aku ingin menemui




















