Apa masih ingat sama Bapak,” kata Pak Dadi sambil duduk seperti teman lama yang baru ketemu.Mimik Nanang jadi bingung karena orang yang datang ini ternyata sudah mengenalnya.“Maaf Pak, Nanang Sudah lupa dengan Bapak,” kata Nanang sambil terus mengigat-ingat.Pak Dadi terus menerangkan dirinya, “Saya yang dulu sering mancing bersama Tuan Budiman ketika Nanang berumur kurang lebih lima tahun.”Nanang jadi bingung, “Wah, Bapak bisa saja.. Seandainya ia mau tentunya dengan gampang ia memperkosa Diah.Ketegangan batang kemaluan Nanang terus bertambah besar tidak mau mengecil meskipun sudah diguyur oleh air. Nonton bokep jepang mana saya ingat Pak, itu kan sudah bertahun-tahun.”Selanjutnya obrolan dengan Pak Dadi yang belakangan ini diketahui selain kepercayaan di kantor, ia juga sebagai tangan kanan Tuan Budiman. “Tante, saya mau ke paviliun belakang untuk mencari udara segar.” Melihat Nanang yang sangat tegang itu Tante Rani hanya tersenyum, dalam pikirannya sebentar lagi kamu akan tunduk padaku dan akan meminta untuk tidur denganku.Sebelum sampai ke paviliun belakang Nanang jalan-jalan dulu di pinggiran kolam lalu ia duduk sambil melihat kolam di depannya. Sangat beruntung bagi Nanang bisa sampai menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.




















