Wajahku memanas. Kutekan lagi pinggulku lebih kuat. Bokep Hijab “Jangan,” bisiknya sambil tersenyum. Ia menoleh, alisnya berkerut saat memandangku. Jangan dulu…aahhkk…”
“Shiitt !!” erangku memaki, lalu melepaskan tubuhku dari pelukannya. “pejamkan matamu.”
Saat kupejamkan mataku, kenikmatan tiada tara merasukiku, kala ia menggerakkan jemarinya yang menggenggam batang kemaluanku. Tapi kedua lengannya menahan pundakku. Matanya menatapku. Aku tertawa melihatnya. Ketika kuhampiri, ia tersenyum padaku. Kudengar ia mengerang dan mendesah, seirama dengan gerakan pinggulku. Kesadaranku sudah nyaris hilang. “Aku tak suka.”
Tapi seolah tak mendengarku, jemarinya meraih batang kemaluanku. Aku memandangi jemarinya yang menyusup masuk dengan rasa senang yang aneh. Yang ada hanyalah gambaran sebuah kebekuan. Entah berapa lama kami berpagutan, dengan kedua lenganku memeluk tubuhnya. “Tunggu,” katanya sambil tersenyum. Ia menghentakkan kepalanya ke belakang.




















