Tanpa ragu ragu, aku pun segera melahap batang itu dan menghisapnya. Rei tau semua tentang aku. Bokep japan Kan hari sabtu, masa di rumah aja sih?” Si Rei pun nyerocos. Aku hanya menggelengkan kepala saja. Aku yang mulai merasa canggung, mulai meminum birku sampai habis. Aku yang sudah terlalu capek, mulai merangkak ke atas kasur di lantai ruang tamu dan aku pun tertidur.Keesokan paginya, aku pun terbangun dengan sebuah mentimun di memekku. Mau ga?”
“Bikin lah kalo loe mau” katanya singkat.Ketika aku membuat salad di meja dapur, tangan tangan Rei menjelajahi pantatku. Aku yang sudah tidak bisa menahan gatalnya mulai menggesek gesekkan pahaku.“Hehehehehe, terangsang ya cyn?” tanya si Rei dengan santainya. “Ntar lagi juga pasti datang” jawabnya sambil tersenyum. Tak lama kemudian, ronde ke dua berakhir dengan melayangnya rok ku. Ketika aku masuk, ternyata tidak ada seorang pun di situ selain aku dan Rei.“Kok ga ada anak anak? “Ooh”, lenguhku tertahan. Aku memang sudah biasa dengan kelakuan Rei. Ketika aku bangun, aku baru merasakan panasnya anusku dan sakitnya memekku. Aku segera menggerang gerang keenakan sambil memilin milin puting kananku. “Siapa aja sih?” kejarku. Aku pun segera mengeluarkan mentimun itu dari memekku.




















