Duh, lidahnya ikut main juga, masuk-masuk ke mulut saya, mengajak bergulat lidah saya. Ampuun! Bokeb Juragan terus duduk memperhatikan saya yang kalang kabut pakai baju. Sebelum remaja saja tetek saya sudah tumbuh, dan sekarang jadinya subur gumebyur sampai-sampai saya selalu kuatir dengan kemben saya tiap kali menari. Meninggal waktu melahirkan anak pertama, anaknya juga tidak selamat. “Huoooh! Dan akhirnya ambruklah badan saya ke dada Juragan, ngos-ngosan, mendesah-desah. Saya pikir mungkin dua puluh atau lebih. Di hadapan cermin saya tata rambut saya sendiri, saya pasang sanggul dan kembang, saya bedaki muka saya biar nggak kelihatan bekas-bekas menangis, saya pakai lagi kemben dan kain, saya sampirkan selendang di leher. Saya sampai njerit!“AaaaAAAA!! Saya makin getol nggoyang pinggul, merasakan kontol Juragan dalam anu saya.“Eahh!!










