Si preman melirik foto keluarga saya di atas meja.“Boleh, utang lo gua potong setengah, tapi anak gadis lo yang gede buat gua!” ujar si preman yang berkulit hitam.“Jangan! Bokep jepang Terlihat bekas merah di pantatnya yang putih mulus itu. Dian pun menjerit kesakitan. Ia kemudian membuka tas si Hitam dan mengambil sebuah cambuk kulit. Ko Aseng, demikian tetangga dan kerabat memanggil saya. Dian menjerit minta tolong kepada saya, namun saya tidak bisa berbuat apa2 kecuali memelas.“Tolong jangan perkosa anak saya, Pak! Dengan kasar mereka melucuti pakaian Felia dan melemparnya ke arahku. “AAAAAAAAH” teriak Dian sekeras-kerasnya, jauh lebih keras daripada saat dipukuli. Saya gak mau anak saya nikah sama preman bangs*t kayak lo orang!”Si hitam pun marah seketika. Dipanggil gak pernah bales, malah judes. Namun, usaha saya tidak begitu mulus beberapa bulan terakhir, sehingga saya tidak sanggup membayar uang “keamanan” yang kian lama kian mahal. Pokoknya bayar hari ini juga, atau toko lo gua obrak-abrik!”“Jangan, Bos, jangan sekarang, saya janji saya bakal bayar.




















