Aku pulang sendiri, Winny dijemput oleh pacarnya, yang ternyata juga tidak begitu ganteng.“Selamat jalan, ya, hati-hati” kataku sambil mengulurkan tanganku untuk bersalaman.Winny pun menjawab “Terimakasih, Om, ini kenalkan, pacarku”.Aku pun terus bersalaman dan berkenalan dengan pacarnya.“Sigit” katanya singkat.“Yanto” jawabku singkat pula.“Senang ya punya pacar cantik, kok diajak pulang sore ini, mengapa tak nginap di sini aja berdua, sekaligus bermalam minggu di sini. Bokep japan Win, terus Win, teruuss.. Om, terus-terusin Om.., Om.. teruus” Winny terus merengekKemudian dia berbalik dan tangannya juga mulai mememeluk tubuhku semakin erat. Aku kenal kok sama ketua panitia kegiatan ini” godaku pula.Mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum malu.“Nggak usah lah yau, nanti ndak lupa daratan” sahut mereka berdua hampir bersamaan.“Oke, kalau gitu selamat jalan, dan sampai jumpa” aku berkata demikian sambil melambaikan tangan. tanyaku.“Om, nakal, besuk aku bilangan, sama istri Om” sahutnya.“Eit, kita kan udah janji, Oreo-kan” kataku pula.Akhirnya Winny diam saja kurangkul dan kudekap sepanjang perjalanan menuju penginapan, mungkin merasa hangat dan lebih tenang seperti yang kurasakan.“Lepasin Om tangannya” katanya setelah terlihat penginapan yang tinggal beberapa puluh meter. Tangannya menuntun tanganku dari bawah kaosnya menuju bukitnya dan ternyata juga tidak memakai BH.Kuremas pelan-pelan dan semakin cepat seiring dengan rengekannya.




















