“Minum dulu sayang, biar tambah segar.”
Kuseruput coklat hangat, “Aaahh..” kurasakan kehangatan menjalari tubuhku dan kurasakan kesegaran kembali.Kami berciuman kembali, Mbak Conny tampak sangat menikmati ciumanku ini, matanya terpejam, nafasnya mendesah, dan bibirnya dengan lembut mengecup sambil sesekali menghisap bibir dan lidahku, jari jemari lentik guruku itu mulai bergerak turun menyusup ke balik handukku menuju buah pantatku. Bokeb Sial, mana hari ini aku pagi-pagi sekali harus sudah menyerahkan laporan bulanan kepada boss. Ternyata Mbak Conny enak diajak ngomong tentang apa saja, orangnya supel. “Saya Irwan, Mbak,” timpalku. ouuhh..” Tiba-tiba Mbak Conny mengangkat kepala dan badannya ke arahku dengan menengok ke arah kiri dan menjulurkan lidahnya.




















