Begitu pula aku. Bokep japan aaahh..” Tanganku basah dengan cairan lengket licin. Aku naik ke atas dan memeluknya sambil tiduran.“Mas.. seperti kepedesan, seperti nangis.. Wajahnya sangat dekat denganku. Linunya ini yang belum hilang.”“Udaahh bangun aja. Hanya aku dan Titin. Benar, dia lagi tidur memakai selimut.“Ngapain ini orang siang-siang tidurnya kok selimutan? yang dalem Masss.. aku mau masak..!” sahutnya sambil berlari keluar.“Dia kenapa ya..?” batinku.Setelah itu aku bikin adonan kue, memotong-motong pisang, merebus ubi, lalu pergi mandi. Kubalikkan dia, lalu kugenjot sekuatku.“Maasss.. Titin ini belum ngerti atau pura-pura siihh..” batinku.Aku langsung mengambil kesimpulan sendiri kalau Titin itu sama seperti aku dulu. Anaknya hanya seorang perempuan namanya Titin. Tanganku pun mulai bergerilya lagi. Maasss.. Mass mau pipisss..” Karena tidak tahan dan Titin tidak melepaskannya, akhirnya, “Croottt.. Aku masuk ke rumahnya dari pintu belakang, melewati dapur terus ke kamarnya.Ternyata dia sedang tidur, masih memakai daster yang semalam. abis Mas belum pernah ya.. Titin mau piippiiiss..” Menyemburlah cairan hangat seperti tadi malam. Aku telah selesai berbelanja keperluan warung untuk esok hari. nanti Ibu bangun..” dia pun mengecilkan suaranya. Dia selimutan memakai kain jarik tipis. kutengok ke bawah. Kita berdua selalu blak-blakan apa adanya. Selesai mandi aku ganti baju.




















