Itu pasti segerombolan preman kasar pegawai perusahaan Italia yang menagih uang keamanan. Bokep Mom “Aku sayang sama kamu, kok!” ujarnya sambil mengecup kening saya, “Itu sebabnya aku nggak ingin kamu terlibat jauh di hidupku.”
Saya memeluknya erat-erat, tanpa tahu harus berkata apa pada seorang yang baru saja ‘memerawani’ saya ini. Entah kenapa, tapi wanita itu tidak segera mengalihkan pandangannya, ia menatap saya dari balik kaca mata birunya. “Von.. Oi, buka mata kamu, Von..!” ujar Jenny sambil masih memilin-milin puting saya. Saya tidak terlalu memperdulikan, dan mempercepat jalan saya, namun ia juga mempercepat jalannya hingga terus sejajar dengan saya. “Tapi aku juga ngerti, kamu nggak mungkin bisa hidup bareng aku.” lanjutnya lagi. Ia lalu melangkah menghampiri saya dan mengangkat nampan sarapan pagi dari pangkuan saya. Saya memberanikan diri menuruni tangga untuk mengintip apa yang terjadi di ruang bawah. Saat liburan kayak gini kan bisa juga?”
Saya mencoba tersenyum nakal. Saat liburan kayak gini kan bisa juga?”
Saya mencoba tersenyum nakal. Wanita Asia yang kerja untuk Mafia itu! Lalu terasa tangannya yang halus memijat dan mengelus punggung saya. Saya sempat heran, orang macam apa sebenarnya teman saya ini.




















