Tanpa sadar aku membalas senyumannya sambil melepaskan transmitter gaynergik (beberapa orang lebih suka menyebutnya gaydar). Bokep indo Aku harus waspada. Aku melayang ke awing-awang. Air langit belum turun, tapi bau hujan sudah tercium olehku.Kucium tangan bapakku yang kasar karena bekerja keras. Cewek atau cowok? Kini saatnya aku melawan arus pesona ini. Angin berhembus kencang, membawa uap dingin yang tertahan di awab. Ah entahlah. YA! Dia menceritakan tentang dirinya dengan nada minta dikasihani. YA! Aku memandangnya dengan muram menahan kegundahanku. Kereta berikutnya berangkat satu jam yang akan dating. Dara atau tidak, Aku kembali menebarkan transmitter gaynergeik. Dia mendesahkan nafasnya di kupingku. Namun rasa ibaku berasngsur hilang beranti curiga. Bagaimana bisa aku melupakannya? Kami bertatapan. Dengan sedikit malu-malu dan jaga image, aku duduk di sebelahnya dengan jarak kursi kosong diantara kami. Sayangnya dia membawa mudharat lain yang tidak kalah bahayanya: ROKOK. Serangannya semakin terarah. Sementara angin terus menghembuskan nafasnya menyusup ke sela-sela jaketku hingga menusuk ke sumsum tulang. Bahkan terkadang beliau pulang maghrib dan melupakan shalat ashar.




















