Dian pergi dariku denganmembawa benih anaku di rahimnya.Musnah sudah impian dan harapanku untuk membina rumah tanggadengannya. Kami ngobrol sambil bercanda, dannampak terlihat bahwa mama Dian benarbenar seorang Ibu yang sayang pada putritunggalnya itu.Keesokan harinya, mama Dian menemuiku. Bokep Mom Tante Hani menghiburku; Dia mengingatkan aku bahwa aku sudah membuatkeputusan yang benar. Mataku menerawang jauh menataplangitlangit kamar, air mataku bergulir membasahi pipiku. Kami bertiga duduk sambilberpelukan, mama Dian ditengah; kedua tangannya memeluk kami berdua.Akhirnya kesunyian diantara kami terpecahkan dengan ucapan mama Dian. Sampai disitulah akhirhubunganku dengan Dian dan mamanya.Beberapa hari setelah perpisahanku dengan Dian, aku merasa sepi dansedih. Sukma mengerangngerang dan memintaku segeramemasukkan kontol ke dalam memeknya. Di suatu motel akhirnya aku berhasil menidurinya, Aku agakkecewa, rupanya Dian sudah nggak perawan lagi. Kami mencapai orgasme hampir bersama, aku berguling danmenghempaskan badanku ke samping tante Hani. Badanku terasa lemas, kupeluk tubuh mama Dian sambilsesenggukan menangis di dadanya. Didekapnya tubuhku, akumenyusupkan mukaku ke dada tante Hani; ada suatu kedamaian disana; kedamaianyang memabukkan; yang membangkitkan hasrat kelelakianku lagi.Sesaat kemudiankami berpacu lagi dengan hebat, hingga beberapa kali tante Hani mencapai puncakkepuasan.




















