Seperti yang telah dijanjikan, keesokan harinya yu Darmi mampir di kiosku setelah selesai mendagangkan susunya.”Jeng…bojomu (suamimu) tak pinjem dulu ya… ojo cemburu lho..” seloroh yu Darmi kepada istriku saat mau pamitan pada istriku untuk menguruskan surat-surat jaminan kesehatan denganku. Yu Darmi hanya terpaku dengan keberanianku. Bokep terbaru “Yu kayaknya hujan tambah deras lho…kita kayaknya bakalan lama di sini” aku membuka percakapan saat kami berbaring sambil berpelukan. ”Itulah mas….paling-paling kalau aku sudah kepengin banget yang kupaksa kang Sarjo untuk begituan. Aku enggak bohong…”Wajah yu Darmi memerah seperti malu, tapi aku yakin kalau ia sangat senang ketika aku bilang kalau ia sangat seksi. Tapi hasilnya ya aku jadi tambah pusing soalnya kang Sarjo sudah keluar duluan terus tidur..”
”Yo wis ta yu…sing sabar…kan ada aku. ”Wis yo mas… aku tak muter lagi…””Monggoh…yu…moga-moga susunya cepet habis..” Dan yu Darmi pun berlalu dari kiosku untuk meneruskan jualannya. Untuk mengurus itu prosesnya cukup rumit sedangkan mereka cukup buta terhadap proses birokrasi. Posisinya sekarang membelakangiku dan batang kemaluanku sekarang jadi terjepit di antara bongkahan pantatnya yang mengiurkan. Kali ini ia sudah berganti pakaian dengan baju gombrong dan celana spandeks ketat seperti orang kota layaknya. Tangannya pun jatuh terkulai keranjang, yu Darmi terlihat seperti orang yang sudah KO.Aku biarkan




















