Saat itulah pandanganku bertemu dengan tatap mata seorang gadis yang bergerombol dengan teman-temannya di atap sebuah mini bus. Nonton bokep jepang Bukankah ____ (nama partai) baru besok kampanyenya?”. Nanti lecet…”
Kuperhatikan wajahnya, lidahnya sibuk menjilati kepala kemaluanku yang keras, ia jilati melingkar, ke kiri, ke kanan, lalu dengan perlahan ia tekan kepalanya ke arahku berusaha memasukkan kemaluanku semaksimal mungkin ke dalam mulutnya. “sshh…, sshh…”
Lidahnya terkadang keluar sedikit membasahi bibirnya yang sensual. “Aduh Mas Joe, suara apaan tuh?”
“Nggak apa-apa, sakit nggak?”
“Sedikit…”
“Tahan ya.., sebentar lagi masuk kok…”
Dan kurasakan lubang kemaluan Mikha sudah mulai basah dan agak hangat. Aku coba untuk menekan lebih jauh lagi, ternyata sudah mentok…, kesimpulannya, batang kemaluanku hanya dapat masuk tiga perempat lebih sedikit ke dalam lubang kemaluan Mikha. Politik? Jangan didiemin aja.”
“Gimana caranya?” Tanyanya polos. Nanti pasti ada lagi yang ingin manjat tugu selamat datang.” Kata gadis yang menarik perhatianku itu. Kira kira malam itu pukul 9 malam di dalam mobilku aku sedang berkeliling kota Jakarta, rencanya malam itu aku hendak meliput kegiatan kampanya partai di sekitar bundaran HI, aneh, kampanye resminya besok,
Tapi sudah banyak yang bercokol di putaran HI sejak malam ini.










