Aku merutuki diriku sendiri. Bokep terbaru Tinggi 168 cm, berat proporsional dan sebuah fitnes center dengan rajinnya memahat tubuhnya beberapa kali dalam seminggu.Setelah sampai di dekatku, aku memutar kursiku hingga menghadap ke samping. Segar. Dan teringat Felly. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. Sampai jam 5 sore, waktu karibku menelpon aku malah buat janji dengannya untuk clubbing di Zanzibar. Tapi entah mengapa aku tidak tertarik padanya. Sudah lama sebenarnya aku bosan dengannya. Bahkan ia tidak sadar bahwa aku telah berganti pakaian dengan waktu bertemu tadi siang. -Mereka Salah-) luluh kalau berhadapan dengannya.Hari Senin di kantor. Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. “Masih saja jadi petualang,” katanya sambil duduk di hadapanku, “Tapi masih tetap seperti dulu. Tapi mengapa setiap ketemu dengannya aku selalu merasa membutuhkannya. Kulihat sebuah Honda Civic berhenti di depanku. Yang aku tidak habis pikir, besok bila Felly menelponku, aku akan memberinya sejuta alasan masuk akal tentang kemangkiranku dan dia akan memaafkan. Rumah Felly?Belum habis keherananku, tiba-tiba ada ketukan di kaca jendelaku. Entah mengapa rasanya lain sekali tubuhnya malam itu. “Den ditunggu non Felly, katanya aden disuruh masuk.”
“Iya Bik.”Aku merapihkan pakaianku, berjalan mengikuti bibik tua itu ke dalam. Bule-bule itu minum dan




















