Kemudian Pak Irfan masuk membawakan handuk khusus untukku. Nonton bokep jepang Selesai makan kita ke ruang depan lagi dan kebetulan sekali Pak Irfan menawarkan aku untuk melihatlihat koleksi bacaannya.Lalu dia menawarkan diri, Kalau kamu serius, kita ke kamar, yuk. Tetapi tanpa disengaja aku melihat kamar Pak Irfan, pintunya terbuka dan aku masuk saja ke dalam. Betapa kagetnya aku sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasabiasa saja. Pak Irfan berhenti merangsangku dan mengambil majalah porno yang masih tergeletak di atas tempat tidur dan bertanya kepadaku sembari salah satu tangannya menunjuk gambar cowok memasukkan penisnya ke dalam vagina seorang cewek yang tampak pasrah di bawahnya.Boleh saya seperti ini, Dya?. Emm.., Majalah jorok.Kemudian dia tertawa, Oh, yang itu, toh. Tunggu, ya, saya pake baju dulu. Aku hanya bisa mendesah, aa.., aahh, Hemm.., uu.., uuh.Akhirnya aku lemas dan kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Kamu mau kan?.Langsung kujawab, Okok aja, Pak.. Syukurlah Pak Irfan tidak marah dan membentak, hatiku serasa tenang kembali tetapi rasa malu belum bisa hilang dengan segera.Pada saat makan aku bertanya, Koleksi bacaannya banyak banget Pak. Sendirian.Selanjutnya kita berdua diskusi soal bahasa Inggris sampai tiba waktu makan siang dan Pak Irfan tanya, Udah laper, Dya?.Aku jawab, Lumayan, Pak.










