Muka Vina bersemu merah, tapi masih berusaha menjawab dengan ketus “Gue kepepet. gue kasi ga ya? Bokeb Vina agak bimbang menjawabnya. Jari tengah Rolland makin cepat mengocok mhemek Vina. Setelah tersadar, dia mulai menekan tombol HP-nya dan berbicara “Mia, bolos kantor yuk…”.Di dalam taxi, otak Vina mulai berpikir cepat menyusun bermacam skenario dan alasan agar bisa mendapat pengampunan dari Mr. Tangan Ethan menggapai pantat Vina dan mengangkatnya sedikit, agar ada sedikit celah antara selangkangannya dengan selangkangan Vina. Dibukanya pahanya, jari telunjuk dan tengahnya bergerak membelai bibir mhemeknya, lalu masuk ke dalam mhemeknya yang sudah banjir lagi. sabar Pak. Gue tau tempat yang lebih nyaman” kata Ethan agak tersengal-sengal. HB dan paling tidak tambahan sehari lagi untuk serahkan paper tersebut.




















