Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Bokep jepang hd Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Ketika hujan datang, aku membasah. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Apa yang ingin mereka lakukan? Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Dia menjual, bukan mengemis. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut.

















