Makin besar helaan nafasnya, semakin menonjol buah dadanya, dan semakin senang aku melihat pemandangan gratis ini. Wah.. Bokep terbaru oh ya.. Bila perlu ditunggunya.Oh ya, rambutnya cukup lebat, hitam mengkilat (seperti iklan shampo di TV) dan kalau diurai, bukan main indahnya dengan potongan yang sangat bagus, dengan panjang sampai ke punggung. maklum bangunnya kesiangan”, katanya.“Rambutnya mau diapain Bu?” kataku.“Cuma dicuciin saja kok”, katanya lagi.“Baik Bu, di sini Bu..” kataku sambil menunjuk tempat duduk untuk mencuci rambut.Dia langsung merebahkan tubuhnya ke kursi tersebut sambil menyibakkan rambutnya ke belakang, baunya wangi.Aku mulai mencuci rambutnya sambil memijat-mijat kecil kepalanya, kemudian pipinya kuusap lembut dengan telapak tangan diiringi pijatan kecil. aku nggak ada kendaraan Rull”, “Maaf Bu, kalau jam kerja ini nggak bisa.. Kelihatan Ibu Tia mulai terangsang dengan rabaanku tadi. Aku pulang dari kerja jam empat sore, istirahat sebentar kemudian aku berangkat kuliah. Kamu memang nakal kok”, katanya acuh tak acuh.“Rambut Ibu bagus loh, lebat dan hitam kayak yang di TV”, kataku mulai berani menggoda.“Ah masak sih..” katanya tersipu-sipu.Memang begitulah wanita kalau mendapat pujian atau godaan meskipun dari seorang lelaki pencuci rambut, perasaannya terbang menerawang nun jauh di sana.“Rul..




















