Aku kembali baring. Nonton bokep jepang Aku tersontak kaget dan menutupi susu dan anakku yang masih menyusu dengan handuk. Di halaman web tersebut, pengunjung yang tertarik diarahkan untuk mendaftar. “Loh kok therapist-nya laki-laki?”
“Iya ibu, di sini therapist-nya campur. Namun karena tahun lalu aku melahirkan, lemak-lemak yang menumpuk selama masa hamil itu masih melekat di tubuhku. Jangan!”
Ia tak membalas omonganku. Aku sedikit ragu untuk melanjutkan. Terus kembali lagi dan berulang. Aku kembali baring. Si rambut hitam baring di bawahku. “Kalau begitu, ibu datang ke tempat yang tepat. Tampan juga mereka. Aku sebenarnya tak boleh melakukan ini. Lagi-lagi. Ini desahan nikmat. Dengan Bu Ana ya?”
“Iya, saya Ana.”
“Baik ibu, silakan ikut saya.”
Aku mengikutinya naik ke lantai 2. Di halaman web tersebut, pengunjung yang tertarik diarahkan untuk mendaftar. Desahanku berlanjut. “Permisi ibu, kami mulai ya.”, kata si pirang. Aku memang belum berusia 30 tahun. Dan setelah bagian depan, maka pijatnya selesai.




















