Ia selalu mengenakan blouse serta rok hitam yg agak menggantung sedikit di atas lutut.Jika sesertag berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun sering memansertag lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder di belakangnya. Bokep terbaru Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, serta sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.“Ingin tahu warnanya?” Aku mengangguk tak berdaya. Mbak Tiara masih tersenyum. Bagian mana yg akan kamu cium?”“Betis yg indah itu!” “Hanya sebuah ciuman?” “Seribu kali pun aku bersedia.”Mbak Tiara tersenyum manis ditahan. Bu Tiara menggelinjang serta kembali mengangkat pinggulnya. OK?” Aku mengangguk. Semakin basah. Terutama sebab sikapnya yg ramah. Telapak kaki kirinya menginjak bahuku.Pinggulnya terangkat serta terhempas di kursi berulang kali. Hadiah yg bisa menyejukkan kerongkonganku yg kering. Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Bu Tiara selalu berpakaian formal. Sebelah kaki menekuk serta terbuka lebar di atas kursi, serta yg sebelah lagi menjuntai ke karpet.“Suka Thomas?”.“Hmm.. Thomas!” kata Bu Tiara sambil menekan bagian belakang kepalaku.“Hirup aromanya!” sambungnya sambil menekan kepalaku sehingga hidungku terselip di antara bibir kewanitaannya. Ia sering langsung menyebut namaku, sesekali jika sesertag bersama teman kerja lainnya, ia menyebut “Pak”.Serta tanpa kusadari pula, diam-diam aku merasa betah serta nyaman jika memansertag wajahnya




















