Kita pulang aja yuk.”“Alaa, Mer. Sejak saat itu aku bersumpah tidak akan pernah mau ke tempat-tempat seperti itu lagi.Sudah dua tahun berlalu aku dan ibuku hidup bersama dengan ayah dan adik tiriku, Rio, yang umurnya tiga tahun lebih muda dariku. Bokep Mom Gue kasih elu obat penghilang pusing.”Temanku itu memberikanku tablet yang berwarna putih. Itupun masih jarang sekali.Bahkan ke diskotik pun aku hanya pernah satu kali. Sementara itu tangannya mulai membuka satu persatu kancing blus yang kupakai. Temanku itu mulai menyelusupkan tangannya ke balik celana dalamku yang berwarna kuning muda.Dia mulai meremas-remas kedua belah gumpalan pantatku yang memang montok itu.“Ouh Ouuh Jangan, Don! Lalu diciuminya bagian telinga dan leherku. Ia membaringkan tubuhku yang tampak menggeliat-geliat di atas ranjang.Kemudian ia menindih tubuhku yang tergeletak tak berdaya di kasur. Aku semakin menggerinjal-gerinjal dan berulang kali menjerit.Kepala temanku turun ke arah dadaku. Temanku dengan gemas mencium bibirku yang merekah mengundang.Kedua belah buah dadaku yang ranum dan kenyal merapat pada dadanya. Lalu diciuminya bagian telinga dan leherku. Kita pulang aja yuk.”“Alaa, Mer. Aku pun langsung menelan obat sakit kepala yang diberikannya.“Gimana sekarang rasanya? Ibu jarinya mengurut-urut klitorisku dari atas ke bawah berulang-ulang.










