“Memang anaknya seperti itu, Ray?” lanjutnya. Nonton bokep jepang Nia mencondongkan kepalanya. Setan pun tertawa dalam jiwaku.Kubayangkan tubuh Enni di atasku, tanpa pakaian, tubuhnya bersimbah peluh. Ah, ya. “Iya, kayaknya belum deh..” Nia menimpali. Memencet keluar dua butir terakhir, mengunyahnya sambil menenggak seteguk cairan dari botol di hadapanku. Ah, Nia.. “Nia? Aku berusaha menekan lagi,
“Ahhkk..”
Kami mengerang bersamaan, kutekan-tekan batang kemaluanku, tanganku menggapai susunya dan meremas-remas, membuat kepalanya terangkat ke belakang.Keringat di tubuhku semakin deras karena kurangnya ventilasi di dalam mobil, dan karena segala gerakan yang kulakukan. ah.. Hari-hari terasa sangat berat tanpa kehadirannya, bahkan aku pun punya rasa sedih akan kehilangan seseorang (setidaknya itulah yang kupikirkan saat itu). Anehnya, pengaruh obat itu mulai terasa agak ringan sekarang.Kuantar ia pulang ke rumahnya. Ah, ya. Nikmat, anganku semakin melayang. Ahh, kuelus dan kuraba pahanya tanpa memperdulikan tatapan matanya yang setengah terbuka, menatap protes atas perlakuanku kepadanya. Dalam kebingunganku, pinggul Nia terangkat menekan batang kemaluanku, membuatku sedikit mengerang. Soalnya di sana satu-satunya toko buku bermutu dimana kita bisa membaca gratis. “Halo..?” nada suaraku terdengar penuh emosi. nyari tempat yuk,” kataku. nnggh..” kunikmati gerakan tulang punggungnya yang terangkat.




















