Di saat yang sama Sherin kini melayani penis Pak Irfan dan Pak Udin, tukang kebunnya.Kedua tangan Sherin menggenggam penis itu, mengocok dan mengoralnya secara bergantian. Dibukanya pintu sedikit dan melongokkan kepala keluar melihat keadaan, sepi…Pak Udin sepertinya sedang di belakang sana. Bokep viral Dia pasrah saja membiarkan ketiga pria itu menjarah tubuhnya. Hal itu tidak berlangsung terlalu lama karena dua mingguan setelah kejadian itu, Pak Udin terjatuh dari bangku tinggi ketika sedang mengairi tanaman di pot gantung. Tangan pria itu mulai membelai lengannya sehingga menyebabkan bulu kuduk gadis itu serentak berdiri merasa geli dan jijik. Tanpa diduga, Jabir telah berada di sebelahnya dan mendekap tubuhnya setelah dia mendorong Pak Irfan.“Apa-apaan nih, lepasin saya, tolong…tolong…!!” jeritnya sambil meronta. Sherin nampak meringis-ringis dan mendesah sambil sesekali menggigiti bibir bawah atau tangannya yang terkepal.“Balik Non, nungging !” perintah pria itu setelah 20 menitan dalam posisi yang sama. Sherin merasakan cairan hangat menyemprot di dalam vaginanya, banyak sekali sampai cairan itu meluber keluar dan semakin membasahi selangakangannya. Kemudian ia menurunkan tubuhnya perlahan-lahan.“Ahhh….!” desahnya merasakan penis itu mengisi vaginanya.Sebentar saja Sherin sudah menaik turunkan tubuhnya, kedua telapak tangannya saling genggam dengan Pak Udin.










